Minggu, 25 Desember 2011

Sketsa seputaran Bandung

sejak saya tidak lagi tinggal di bandung, maka pada postingan kali ini saya upload sketsa-sketsa lama selama berada di kota bandung yang mana dulu belum sempat ter- upload ke blog ini

=========================================================

Rumah di samping Jalan Layang Pasopati

Di jalur kiri di samping permulaan Jalan layang pasopati -jika kita datang dari arah lapangan gasibu- di sebelah kirinya akan di temukan rumah-rumah ini.
Beberapa kali lewat tempat ini ketika hendak menuju arah unpad dipati ukur yang mengharuskan kendaraan untuk memutar, maka saya akan melihat ke arah seberang dan rumah-rumah inilah yang terlihat. Bentuk atapnya yang menarik yang pertamakali membuat saya ingin men- sketsa nya

Monumen Perjuangan


Namanya adalah Monumen perjuangan rakyat Jawa Barat. Letaknya berada di jl. dipati ukur, tepatnya di depan kampus Unpad dipati ukur, Bandung. Monumen ini berhadapan langsung dengan Gedung sate yang di batasi oleh sebuah taman yang sangat panjang, jalan raya dan lapangan gasibu yang berada diantara keduanya.

Bahan terbuat dari beton ekspos dan merupakan stilasi dari rebung bambu yang menyimbolkan bambu runcing; alat perjuangan yang populer pada masa perjuangan. Di tengahnya berdiri gagah burung Garuda Pancasila sebagai lambang negara dan simbol kebanggaan bangsa Indonesia. Sketsa ini saya buat pada tanggal 6 juni 2010 selang beberapa hari setelah peringatan hari lahirnya Pancasila, pada 1 juni.

Pada sore hari tempat ini ramai oleh anak-anak muda yang berkumpul dengan berbagai macam aktivitasnya, juga oleh masyarakat yg datang dari berbagai penjuru kota. Kebanyakan mereka berolahraga atau sekedar nongkrong.
Kerapkali tempat ini di jadikan ajang trek-trekan (kebut-kebutan) motor, mungkin karena struktur jalannya yang lurus dan panjang sehingga enak untuk adu kecepatan.

Pada hari minggu pagi tempat ini berubah jadi pasar tumpah. Ramai sekali. Selayaknya pasar, banyak yg bisa di jumpai disini (kecuali sayur-sayuran dan ikan segar- karena bukan pasar tradisional).
Dari pakaian, aksesoris, alat-alat rumah tangga, sampai pecah belah tersedia disini, dan tentunya makanan. dan pastinya; macet.

Lalu sketsa di bawah ini adalah pemukiman penduduk yang berada di samping area Monumen perjuangan. Pemukiman yang padat.
Di kota ini pemukiman padat seperti ini mudah sekali di temukan. Diantara gang-gang berukuran kecil, rumah-rumah bertingkat berdiri saling bersebelahan tanpa ada jarak. Bagi mahasiswa yang menyewa kost-kostan pastinya akrab dengan suasana ini.
Biasanya di kawasan seperti ini banyak tersedia kamar-kamar kost yang disewakan untuk mahasiswa, yang membaur dengan lingkungan masyarakat setempat.
Pada malam hari suasananya ramai oleh para mahasiswa yang keluar untuk mencari makan. Banyak terdapat tenda-tenda penjual makanan berderet di sepanjang jalan ini.


Sketsa ini dibuat sore hari. Diambil tepat dari depan Monumen Perjuangan, dari lantai tangganya tempat saya duduk. Posisi view nya berada di sebelah kiri jika di lihat dari arah Monumen

Taman Balaikota

jl. wastukencana/jl. merdeka. ada patung badaknya
 

Dago atas



Jl. Asia - Afrika 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar